Dalam beberapa edisi bursa transfer pemain bola, Wonderkid atau pemain muda berbakat selalu menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Saat membicarakanya kita seakan membicarakan harapan masa indah penuh emosi kedepanya.

Sang pemain akan berfikir “kini aku berada di Klub impian saya”.

Dan Klubnya pun menyambut “Kami telah mendapatkan salah satu talenta terbaik didunia, Mari kita berjuang membangun kejayaan dan mewujudkan mimpi kita bersama”  )*ehh,

Tapi seperti kata Jose Muorinho, Pemain muda itu seperti buah melon. Kita tidak akan pernah tahu seperti apa isinya sebelum kita membelahnya.

Pemain muda biasanya hanya dinilai dari bakatnya. Ditambah dengan sedikit polesan media, bakat itu semakin terlihat seksi.

Tetapi untuk menjalani kompetisi yang berat bukankah itu masih kurang ???. Kualitas pemain juga harus dinilai dari kemampuan mereka meningkatkan kualitasnya dari waktu ke waktu, adaptasinya kedalam permainan tim serta kemampuan mentalnya mengatasi tekanan yang setiap saat menerjangnya.

Dan akhirnya suratan Tuhan yang bercerita, kadang kisah manis seperti Cristiano Ronaldo yang tumbuh dan berkembang di MU, (sebelum akhirnya semakin mekar di Real Madrid) atau kadang pula kisah sebaliknya seperti Memphis Depay yang justru malah tenggelam dalam hingar bingar.

Itu saja..??, tentu saja tidak. Seperti kata Sujiwo Tedjo, Tuhan itu Maha Asyik, Jalan hidup tak selalu tentang sukses dan gagal. Cerita dimulai bahkan sebelum itu dengan jalan yang asyik.

Seperti cerita Renato Sanchez tahun lalu yang akhirnya berlabuh ke Bayern setelah MU tak kunjung memberikan kepastian kontrak. MU kehilangan kesempatan merekrut salah satu talenta muda terbaik Portugal (meskipun di bayern tidak terlalu sukses).

Dan yang membuat cerita ini semakin asyik adalah fakta bahwa sampai sekarang MU belum menemukan suksesor Michael Carick.