Sejarah DesaPimpinan DesaPeta DesaKondisi GeografisSarana Umum

ASAL USUL DESA KARANGTENGAH

Pada zaman dahulu kala, ada ulama dari Yaman yang bernama Mbah Kertawangi datang menetap di tanah sebelah barat sungai tambra. Beliau merupakan utusan Sultan Agung yang diberi tugas untuk mbabat alas membuka lahan. Ditempat itu Mbah Kertawangi membangun Padepokan untuk mengajarkan Agama Islam yang dinamai dinamai Glagah Wangi. Semakin lama masyarakat yang menempati daerah itu semakin banyak.

Pada suatu waktu, terjadi perang di Kasultanan Mataram. Mbah Kertawangi mengutus muridnya yaitu Mbah Reksanegara dan Mbah Panggulu Panunggalan untuk ikut berperamg membela Mataram. Dan pada hari Sabtu Pahing, mereka berdua berangkat ke Mataram dengan naik Kuda Pancal.

Setelah sampai di Mataram, sebenarnya Mbah Reksa Negara dan Mbah Panggulu Panunggalan ingin sowan dulu kepada Sultan Mataram. Akan tetapi kuda yang ditunggani beliau tidak bisa dikendalikan, Kuda tersebut berlari ke medan peperangan, sehingga beliau berangkat perang tanpa sowan kepada Sultan Mataram.

Setelah selesai perang yang berakhir dengan kemenangan, beliau berdua baru sowan kepada Sultan Mataram. Sultan merasa senang atas jasa Mbah Reksanegara dan Mbah Panggulu Panungalan yang ikut memenangkan peperangan, akan tetapi Sultan kurang berkenan karena sebelum berperang Mbah Reksanegara tidak sowan dahulu. Atas pertimbangan dua hal tadi, Sultan menganugerahi Mbah Reksanegara jabatan sebagai Demang tetapi hanya seumur jagung atau kurang lebih empat bulan.

Mbah Reksanegara pulang, beliau kemudian menjadi Demang seumur jagung. Selain itu, beliau mengganti nama padukuhan Glagah Wangi menjadi Karang Tengah, hal ini karena beliau menjadi Demang hanya seumur jagung dan harus berhenti ditengah jalan. Sebelum meninggal beliau berpesan kepada masyarakat Karangtengah agar tidak mengikuti atau mencontoh beiau agar tidak bernasib sama. Beliau melarang masyarakat Karangtengah bepergian pada hari Sabtu Pahing, mendirikan Rumah Balai Malang, memelihara Kuda Pancal dan Jago Wiring Galih.

Mbah Panggulu Panunggalan setelah meninggal dimakamkan didekat Sungai Tambra masih satu lokasi dengan Padepokan. Lokasi sekitar pemakaman Mbah Panggulu Panunggalan dilarang untuk dijadikan lokasi makam penduduk karena disitu terdapat banyak hewan-hewan siluman. Oleh karena itu, Mbah Panggulu Panunggalan terkenal dengan sebutan Mbah Kandang Larang. Konon, dahulu pada bulan Mulud pada Kalender Jawa hewan-hewan tersebut sering menampakan diri.

Saat ini bekas Padepokan Glagah Wangi sudah menjadi komplek pemakaman umum Kedung Ula dan alun-alunnya kini dimanfaatkan menjadi Lapangan Sepakbola Desa.

NoFotoMasa BaktiNamaCapaian / Prestasi
1Nama Kepala Desa
2ACHMAD MUHAJIR
3WIRYAREJA
4MUNARTO
5- 1999MUKMIN HARTOYO
62000-2013ROKIB
7Karangtengah2014-2019AGUS SINARNO1. Pamsimas
2.

Luas wilayah : 172,29 Ha dengan perincian :

  • Luas pemukiman               :  46,55 Ha
  • Luas persawahan               :  95,34 Ha
  • Luas tanah kering              :  27,02 Ha
  • Luas makam/Kuburan     :    2,03 Ha
  • Luas fasilitas umum          :    0,05 Ha
  • Luas fasilitas olah raga     :    0,51 Ha
  • Luas fasilitas agama          :    0,23 Ha
  • Luas fasilitas kesehatan    :    0,12 Ha
  • Luas fasilitas pendidikan  :    0,44 Ha

Batas Desa :

  • Timur                      :Desa Karangasem
  • Sebelah Timur       : Desa Karangsari Kec. Karangmoncol
  • Sebelah Selatan     : Desa Kertanegara
  • Sebelah Barat         : Desa  Condong dan Desa Kasih.

 

Jarak Desa Karangtengah ke Kecamatan Kertanegara ± 2 Km dengan Jarak tempuh ± 10 menit, sedangkan Jarak ke Kabupaten Purbalingga ± 20 Km dengan jarak tempuh ± 60 menit.

Dilihat dari sudut Topografi Desa Karangtengah terletak pada kemiringan  3 derajat, tinggi dari permukaan  laut  adalah antara  55  –  75 m  dengan  suhu  rata-rata harian  22 – 32   C

Secara Kewilayahan Desa Karangtengah dibagi menjadi dalam 4 (empat) wilayah Dusun yaitu Dusun I ( Dusun Legok ) Dusun II ( Dusun Depok ). Dusun III ( Dusun Bulu Kuning ) dan Dusun IV ( Dusun Wadas Malang ). Dusun I dibagi dalam 1 (satu) RW dan 4 (empat ) RT , Dusun II dibagi dalam 1 (satu) RW dan 4 (empat ) RT, Dusun III dibagi dalam 1 (satu) RW dan 4 (empat) RT, Dusun IV dibagi dalam 1 (satu) RW dan 4 (empat ) RT.

JenisNamaJumlahJarak dari desa
Balai Pertemuan1. Balai Desa1 unit-
Pendidikan1. PAUD
2. TK
3. SD
4. SMP
5. SMA / SMK
6. Perguruan Tinggi
7. Pendidikan Non Formal
1 pos
1 unit
2 unit
1 unit
0
0
5 unit (kursus)
-
-
-
-
5 km
25 km
-
Kesehatan1. Rumah Sakit
2. Puskesmas
3.PKD
4. Pos Kesehatan Desa
5. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)
6. Pos KB
7. Praktek Dokter
8. Prakter Bidan
0
1 unit
1 unit
1 unit
9 unit
4 unit
1 unit
1 unit
21 km
-
-
-
-
-
-
-
Keagamaan1. Masjid Jam'i
2. Masjid / Mushola
1 unit
16 unit
-
-
Ekonomi1. Pasar Kabupaten
2. Pasar Kecamatan
3. Pasar Desa/ Kaget
3. Bank
4. ATM
5. Kios Desa
0 unit
0 unit
1 unit
0 unit
0 unit
1 lokasi
25 km
3 km
-
5 km
5 km
-
Air Bersih1. Pamsimas – Desa
2. Pemandian Umum
30 KK
3 unit
Informasi & Komunikasi1. Papan Pengumuman
2. Website Desa
1 pos
1 website Desa
Olah raga1. Lapangan Sepak Bola
2. Lapangan Bulu Tangkis
1 unit
1 unit