Dalam rangka memperingati Hari Santri tanggal 22 Oktober, masyarakat Desa Karangtengah mengadakan pembacaan Shalawat Nariyah 4444 kali di 12 Masjid/Mushola (21/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari program 1 Miliar Shalawat Nariyah serentak yang diadakan PBNU di seluruh Indonesia.

Dari 12 tempat pembacaan Shalawat Nariyah salah satunya di Masjid Baitul Makmur yang berlokasi di Rt 04 Rw 01, Pembacaan di pimpin oleh Bpk. H. Nur Khamid. Dalam kesempatan ini beliau mengungkapkan bahwa hari santri diperingati karena pada tanggal 22 Oktober 1945, KH. Hasyim Asy’ari setelah bermusyawarah dengan para ulama mengeluarkan fatwa bahwa membela tanah air hukumnya wajib. 

“Sebelumnya para santri bingung tentang hukum membela tanah air, dan setelah KH. Hasyim Asy’ari mengeluarkan fatwa, mereka menjadi bersemangat untuk berjihad membela tanah air” ungkapnya.

“Peristiwa ini dikenal sebagai Resolusi Jihad”, tambahnya.

Selain itu dalam kesempatan ini beliau juga berpesan kepada generasi muda Santri untuk meneruskan semangat jihad para pendahulu.

“Jika dulu jihadnya mengangkat senjata, sekarang jihadnya lebih berat yaitu melawan hawa nafsu. Sebagai generasi penerus kita harus menjaga persatuan, menghindari perpecahan dan mengisi kemerdekaan dengan baik” paparnya.

Dalam pelaksanaan pembacaan Shalawat Nariyah, untuk mempermudah hitungan Shalawat yang dibaca menggunakan alat bantu kerikil yang berjumlah 4444 buah. )*boeb.