Angklung adalah sejenis alat musik yang terbuat dari bambu dan berasal dari Jawa Barat. Angklung dimainkan dengan cara digoyangkan sehingga menghasilkan nada tertentu.

Purbalingga adalah Kabupaten di Jawa Tengah yang dekat dengan Jawa Barat sehingga angklung pun cukup populer. Di Purbalingga, angklung menjadi bagian dari thek – thek yaitu pertunjukan musik yang semua alat musiknya terbuat dari bambu.

Begitupun di Desa Karangtengah, memiliki grup angklung “Galang Angklung” yang cukup eksis diwilayah Kecamatan Kertanegara.

Perjanjenan

Sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Desa Karangtengah dalam menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammaf SAW dengan membaca Shalawat Al Barzanji atau Perjanjenan. Kegiatan ini dilakukan satu bulan penuh dan diadakan bergiliran dari rumah ke rumah.

Begitupun kelompok Pemuda Galang juga mengadakan perjanenan bergiliran satu bulan penuh. Dalam Perjanjenan, saat mahalul qiyam biasanya diiringi dengan tabuh rebana.

Memadu Angklung dengan Rebana

Dengan potensi Kelompok Pemuda Galang yang memiliki grup angklung dan juga grup rebana, muncul gagasan untuk memadukan keduanya saat mengiringi Shalawat Mahalul Qiyam. Perpaduan kedua jenis alat musik ini diharapkan akan membuat perjanjenan lebih semarak.

Akan tetapi, bukan hal yang mudah untuk menyatukan musik angklung dengan rebana, seperti dituturkan oleh Ali Musofa, tokoh pemuda yang fasih menggunakan kedua alat musik itu.

” Angklung dan rebana agak sulit disatukan. Bila dimainkan bersama, suaranya akan saling mengalahkan. Perlu menahan diri serta harmonisasi yang tepat agar angklung dan rebana dapat saling melengkapi” jelasnya.

Dan seiring berjalannya waktu, Kelompok Pemuda Galang terus belajar mencari komposisi yang tepat sehingga ketika angklung bertemu rebana adalah perpaduan musik etnik yang indah dan khas. )*Boeb.