Assalamualaikum..

Hey ndul,

Hari ini aku berdiri ditempat yang sama dengan tempatmu berlarian, 25 tahun yang lalu.

tempatmu bermain bersama teman-temanmu, tempat dimana kamu menikmati masa-masa terindah dalam hidupmu,

yaps..desa karangtengah kita tercinta ndul.

pemandangan sawah didesa karangtengah

Alhamdulillah tempat ini masih asri nan indah, warganya tetap ramah dan guyub rukun seperti dahulu. sayangnya sekarang sudah jarang terdapat kebun-kebun dengan pohonnya yang rimbun, spot favoritmu bermain petak umpet ataupun perang-perangan bareng konco-koncomu.

dulu,dengan mudahnya kalian menemukan “lapangan sepakbola dadakan”, entah itu didepan mushola atau disamping rumah bapak RT yang terdapat pekarangan cukup luas itu, cukup untuk memamerkan skill khas pemain-pemain sepakbola brazil yang kalian idolakan itu.

kini kalau mau main bola, kami biasanya harus pergi ke lapangan futsal, Ahh,.engkau pasti menertawakan generasi kami sekarang, sekedar main bola saja kami harus mbayar.. per jam pula. dan janganlah kamu bertanya tentang lapangan sepakbola desa ya ndul, kamu pasti sudah tahu jawabannya, “desa karangtengah kita tercinta masih belum memiliki lapangan sepakbola yang layak”

Oya ndul, ada kabar bahagia. sekarang di karangtengah sudah ada perpustakaan desa lho, namanya perpusdes menuju pintar. perpusdes tersebut didirikan oleh mba Sri Utami dan mba Bintari, dua perempuan adik kakak yang bercita-cita membudayakan membaca didesa Karangtengah. engkau pasti iri ndul, karena di perpusdes menuju pintar menyediakan se-abreg buku yang bisa dimanfaatkan oleh warga Karangtengah. mulai dari buku-buku mata pelajaran sekolah hingga buku-buku umum serta novel, dan banyak lagi jenis buku lainnya.

pengelompokan kategori buku di perpusdes menuju pintar

Tapi sayangnya kami sekarang masih kurang hobi membaca buku ndul, generasi hari ini terlalu sibuk dengan internet dan media sosial. ya,generasimu pasti cupu mendengar kata-kata itu,apalagi anak kelas 2 SD sepertimu ya ndul? tenang saja,nanti aku ceritakan sedikit gambaran tentang internet dan media social ya ndul.

Aku tahu kamu juga bukanlah penyuka buku, ketika membuka buku acapkali kamu hanya mencari gambarnya yang menarik, ya kan ndul? itu tak mengapa,setidak-tidaknya kamu masih mau membuka buku, karena dari buku kamu memperoleh ilmu pengetahuan dan informasi yang valid, pengarang serta penerbitnya pun jelas berkompeten dibidangnya.

Berbeda dengan era ku ndul, peradaban internet dan media sosial membuat ilmu pengetahuan begitu mudah diakses, namun tidak semua ilmu pengetahuan itu benar adanya. bayangkan betapa rebyeg nya generasiku ndul, di satu sisi dimanjakan oleh akses informasi, di sisi lain kami harus bisa memilah-milah mana informasi yang benar,dan mana informasi yang salah.

sungguh beruntung kalian ndul, tidak merasakan tsunami globalisasi seperti saat ini, rindu aku bertelanjang dada bermain layang-layang bersama teman-teman karibmu di pematang sawah pinggir sungai Tambra ndul.

sungai tambra karangtengah

Terakhir, aku mau mengkritikmu ya ndul, kritikan sayang tentu saja. “jika saja engkau lebih sering dan lebih banyak membaca buku, mungkin hari ini aku bisa menjadi orang yang lebih baik, lebih berguna. juga tentu aku akan lebih rapi dalam menulis surat untukmu ndul, tidak berantakan seperti ini.

karena selain menjadi jendela dunia, buku juga sangat menginspirasi lho ndul. banyak sekali orang-orang hebat yang ternyata gemar membaca, seperti Thomas Alva Edison, sang penemu lampu pijar. mantan presiden Amerika Serikat seperti Abraham Lincoln dan Barrack Obama adalah orang-orang yang gemar membaca. orang-orang terkaya di dunia seperti Bill gates serta Warren Buffett masih menyempatkan membaca ditengah kesibukan berbisnis mereka lho ndul.

Di Indonesia, Orang besar seperti KH.Abdurrahman wahid, BJ.Habibie, Mohammad Hatta dan juga Ir.Soekarno merupakan tokoh bangsa yang sangat gemar membaca. khusus buat Bung Karno, membaca katanya bisa membuatnya seperti bertemu dengan orang-orang besar dan mendengarkan pemikiran-pemikiran mereka, menarik kan ndul?

Dikancah film pun ternyata banyak film terbaik didunia yang terinspirasi dari buku bacaan ndul, seperti film The Godfather, franchise film James Bond (dari tahun 1962 sampai sekarang), lalu film yang sangat ku kagumi ndul, The Shawshank Redemption, serta serial televisi dari Amerika yakni Game of Thrones, serial tv terbaik didunia yang juga diadaptasi dari sebuah novel. Dan masih banyak lagi tokoh-tokoh terkemuka didunia serta film-film terbaik yang terinspirasi dari buku bacaan ndul, yang membuatku semakin sadar betapa penting dan bergunanya membaca. “sungguh beruntung bagi orang-orang yang gemar membaca”

Cukup sekian corat-coret tidak jelas dariku ya ndul, jika ada kata-kata yang tidak berkenan aku mohon maaf ya ndul.

Ehh,. Jangan lupa tuk merapihkan celana kolormu ndul, biar perutmu yang buncit mblendhing itu tidak terlalu mencolok dan ingat selalu tuk mengusap ingus di hidungmu yang menyerupai angka 11 itu ya ndul.. hie2

Wassalamualaikum..

Hormat saya

Badri yasin

)*Penulis merupakan pengurus Perpusdes “Menuju Pintar” Karangtengah. Diambil dari : https://perpusdes.purbalinggakab.go.id/kpd-yth-masa-kanak-kanak-ku/