Ada pepatah mengatakan, bila kamu mendekati penjual minyak wangi akan ikut wangi dan bila kau mendekati kerbau yang sedang bermain di lumpur, kamu akan ikut terkena lumpurnya. Secara logika memang demikian, bila kita berada di dekat penjual minyak wangi, aroma parfum yang menguap dari minyak wangi akan menempel di baju kita sehingga mau tidak mau kitapun jadi wangi. Begitupun sebaliknya, bila kita dekat dengan kerbau yang bermain di lumpur, entah sengaja ataupun tidak, akan ada lumpur yang akan mendarat di tubuh kita.

Mungkin hal tesebut yang sedang saya rasakan. Iya, dengan tanggung jawab saya sebagai admin pada website desa Karangtengah, saya bergabung dengan Agen Perubahan Informatika (API) Purbalingga yang akhirnya berkembang menjadi Relawan TIK Purbalingga dengan cakupan anggota yang lebih luas. Disitu saya berteman dengan Sesama Admin Website Desa, Pegiat Desa dari Gedhe foundation, Birokrat yang peduli Website Desa dan juga Bloger dengan kemampuan menulis yang handal.

Dari situ, memancing hasrat saya untuk menulis. Setiap update konten dari teman-teman saya adalah rangsangan untuk menulis. Ini seperti tambahan semangat untuk menggali apa saja yang ada di Desa saya untuk diunggah dalam website desa yang saya kelola. Walaupun pada kenyataannya, apa yang saya hasilkan lebih terasa seperti Kentut.

Iya kentut…., ada banyak alasan bagi anda untuk menutup hidung jika membaca tulisan-tulisan saya.
Entah topik yang kurang menarik, entah tata bahasa yang amburadul, entah sudut pandang yang kaku ataupun terkesan seperti copy paste.

Tapi ini soal hasrat, saat bahan tulisan sudah dikepala, akan ada dorongan yang kuat untuk segera menulisnya kemudian mengunggahnya di Website Desa. Suara kentut yang dikeluarkan serasa bagai suara merdu penyanyi mengiringi kelegaan mengunggah konten.

Demikian kentut saya hari ini, semoga anda semua tidak mual membacanya.)*Boeb.