Pemerintah Desa Karangtengah memasang papan Peringatan Perlindungan Habitat Sungai (29/12). Ini merupakan salah satu upaya dari Pemerintah Desa untuk mencegah kerusakan habitat sungai sebagai akibat kegiatan penangkapan ikan secara ilegal menggunakan jaring dengan diameter dibawah 1 milimeter, racun dan setrum.

Papan peringatan itu sendiri selain berisi jenis – jenis cara penangkapan ikan yang dilarang, juga berisi tentang ancaman sanksi hukum yang bisa diterima sesuai undang – undang yang berlaku.

Masyarakat Desa Karangtengah, utamanya tukang tunggu ijahan (salah satu tekhnik menangkap ikan yaitu dengan merekayasa aliran air sehingga ikan menuju tempat tertentu yang telah dipersiapkan) menyambut baik dipasangnya papan peringatan tersebut bahkan dengan sukarela membantu pemasanganya. Seperti diungkapkan oleh salah satu warga, Ali Musyafa

” Di sini (sungai/red) masih sering ada orang yang mencari ikan dengan setrum, jika menggunakan tekhnik itu ikan yang masih kecil akan ikut mati “, ungkapnya.

“Dengan dipasangnya papan peringatan itu diharapkan tukang setrum akan jera”, lanjutnya, “soalnya kalau terus berlanjut, lama-lama ikan disungai akan habis”.

Pemasangan papan ini merupakan upaya Desa untuk menjaga sungai sebagai salah satu sumber mata pencaharian warga yang berkelanjutan. Sebelum ini, pada bulan Mei Pemerintah Desa menebar ikan bantuan dari  Dinas Ketahanan Pangan Perikanan Kab. Purbalingga.

Dari lima papan peringatan yang dianggarkan melalui Dana Desa tahun 2017, 3 papan diletakan di Sungai Tambra sedangkan yang dua diletakan di Sungai Wotan. )*Boeb