Pemerintah Desa sebagai satuan organisasi sudah barang tentu memiliki aset-aset yang di gunakan untuk menunjang tugas dan fungsinya. Jumlah aset desa cukup banyak akan susah terawasi tanpa manajemen pendapatan yang baik.
Inventarisasi adalah upaya untuk mendata semua aset desa agar bisa terawasi dan terjaga dengan baik.

Tahapan – tahapan yang dilakukan dalam rangka inventarisasi barang milik desa yaitu :

1 . Pencatatan

Pencatatan ini melingkupi jenis barang, jumlah, sumber dana dan tahun pembelian, serta penanggungjawab.

2. Pengkodean

Pengkodean digunakan untuk mempermudah pengklasifikasian barang sehingga mempermudah dalam mencari asal usul serta jenis barang tersebut.

Contoh pengklasifikasian kode barang inventaris :

No. Nama Barang dan Aset Kode
A Tanah dan Bangunan Nomor Urut 1
1 Tanah A.1.00.000
2 Bangunan A.2. 00.000
3 Bangunan Tempat Tinggal A.3. 00.000
B. Alat-Alat Nomor Urut 2
1 Alat-Alat Besar B.1. 00.000
2 Alat-Alat Laboratorium B.2. 00.000
3 Alat Peraga B.3. 00.000
4 Alat Kesenian B.4. 00.000
5 Alat Olah Raga B.5. 00.000
6 Alat Telekomunikasi B.6. 00.000
7 Alat Kesehatan B.7. 00.000
C. Peralatan Kantor Nomor Urut 3
1 Mebeler C.1. 00.000
2 Alat Tulis C.2. 00.000
3 Barang Persediaan C.3. 00.000
4 Peralatan Rumah Tangga, Wisma dan Asrama C.4. 00.000
5 Perhiasan Ruangan C.5. 00.000
D. Hewan Nomor Urut 4
1 Hewan D. 00.000
E. Audio Visual Nomor Urut 5
1 Audio E.1. 00.000
2 Visual E.2. 00.000
3 Audio-Visual E.3. 00.000
F. Kendaraan Nomor Urut 6
1 Mini Bus F.1. 00.000
2 Mobil F.2. 00.000
3 Sepeda Motor F.3. 00.000

3. Pemberian keterangan pada barang.

Pemberian keterangan dimaksudkan untuk menjadi bukti kepemilikan. Selain itu keterangan kode yang tertulis akan membuat kita mudah mengenali asal usul suatu barang.

Cara yang paling umum digunakan untuk memberikan keterangan adalah dengan menempelkan sticker. Tapi bila itu tidak memungkinkan, menulis langsung pada barang menggunakan spidol juga bisa jadi solusi.