Juguran informatika yang diadakan di Desa Karangtalun (4/2) memberi makna tersendiri bagi penggiat TIK di Kabupateng Purbalingga. Iya, juguran ini merupakan awal dari eksistensi Relawan TIK PURBALINGGA, sebuah organisasi yang concern terhadap perkembangan dan pemanfaatan TIK di Kabupaten Purbalingga.

Anggota RTIK Purbalingga terdiri dari lintas profesi seperti PNS, admin Web Desa, Bloger, Programer dan masih banyak lagi. Fokus organisasi yang dikomandani oleh Sukmai Ibrahim (admin web desa dagan) adalah mengupayakan pemanfaatan TIK yang lebih baik dengan meningkatkan literasi media, memproduksi konten yang baik serta mengantisipasi konten yang tidak baik.

Seperti pada kali ini, juguran yang menghadirkan Ibu Mariam F Barata (Dirjen Aptika Kominfo) menekankan kepada masyarakat untuk mewaspadai berita bohong (hoax). Masyarakat diajak untuk meneliti kebenaran setiap berita yang didapat dari media sosial sebelum menyebarkanya kembali. Karena Hoax yang tersebar bisa sangat berbahaya seperti yang terjadi di Jawa Barat dimana dua desa tawuran karena Hoax.

Ciri-ciri Hoax yang perlu kita waspadai yaitu:

  1. Tidak jelas sumber beritanya atau berasal dari sumber media baru yang belum kredibel.
  2. Judul tulisan provokatif terkadang tidak sesuai dengan isi konten.
  3. Berisi hasutan yang menyudutkan pihak tertentu atau ujaran kebencian.
  4. Adanya permintaan untuk disebarkan.

Dalam juguran kali ini juga diisi dengan acara nonton film Lentera Maya, sebuah film dokumenter tentang bahaya Hoax. )boeb.