Mentari masih malu malu bersinar saat sekelompok petani Desa Karangtengah berjalan menyusuri Wangan (Saluran Air) kearah hulu (24/4). Tujuan mereka adalah pertemuan antara Wangan Desa dengan Sungai Tambra yang terletak di Desa Tetangga kurang lebih 1,5 Km.
Sesuai dengan kesepakatan bersama, hari ini Kelompok Petani Mukti Rahayu Desa Karangtengah akan Melaksanakan “Dawuh”.
Dawuh adalah kegiatan gotong royong Petani untuk mengalirkan air dari Sungai ke wangan.
Dengan menggunakan peralatan seadanya, Para Petani bergotong royong membendung sungai Tambra dengan batu yang disumpal jerami kemudian dilapisi plastik untuk mengangkat air sungai sehingga bisa mengalir ke wangan.
Menurut Darsono, Ketua Kelompok Tani Mukti Rahayu, Kegiatan Dawuh ini rutin dilakukan saat akan memasuki musim tanam. Bahkan dalam saat musim hujan dawuh bisa dilakukan sampai 3 kali. Saat musim hujan, Banjir sungai Tambra akan menghancurkan bendungan yang semi permanen tersebut, sehingga petani harus bergotong royong membangunya kembali.
Bendungan Permanen sebenarnya pernah diupayakan. Akan tetapi sekarang sudah tidak berfunsi karena aliran sungai tambra bergeser menjauhi bendungan.
“Kondisi Sungai Tambra yang landai susah untuk diprediksi. saat banjir datang, maka akan ada dua kemungkinan, menghantam bendungan yang sudah dibuat atau justru bergeser meninggalkan bendungan”, paparnya. )*Boeb.