Kemarin beberapa kawan Admin Desa curhat di Grup WA yang prihatin kepada kecilnya tingkat kesadaran desa-desa lain akan keterbukaan informasi melalui Website Desa.

Memang dari 224 Desa di Kabupaten Purbalingga, baru 30an yang sudah memiliki Website Desa dan jumlahnya akan menjadi hanya puluhan jika ditinjau berdasarkan keaktifan Website.

Dari sini, saya kurang setuju dengan pendapat kawan-kawanku.

Toh, memang tidak ada keharusan untuk membuat website desa. Surat edaran dari Bupati pun hanya sekedar himbauan atau setidaknya tidak ada sangsi yang tegas untuk desa yang tidak memiliki website desa.

Dan faktanya keterbukaan informasi tidak selalu berarti dengan kemajuan desa.

Seperti halnya Chelsea yang menerapkan catenaccio ala Conte justru memimpin klasemen liga inggris diatas klub yang memutuskan bermain terbuka seperti Spurs, City ataupun United.

Tiga benteng tangguh ditambah dua gelandang bertahan kelas wahid plus dua sayap yang sejatinya adalah bek membuat pertahanan chelsea paling sulit ditembus di premier league. Dan saat musuh lengah, serangan balik yang diarsiteki Hasard dan finisher spartan costa akan membuat publik sepak bola kecele.

Bagaimana tidak?, klub dengan possesion yang lebih banyak dan serangan yang bertubi-tubi dikalahkan oleh klub yang fokus bertahan dan hanya menyerang sesekali.

Hingga akhirnya saya sendiri bertanya, Bagaimana jika hazard ditempel terus oleh herrera?