Masyarakat Desa Karangtengah bergotong royong turun ke sawah adakan gropyok tikus (29/6). Dengan membawa linggis dan cangkul, mereka menghancurkan sarang tikus sementara sebagian masyarakat yang lain menangkap tikus yang keluar dari sarang.

Menurut Kepala Desa Karangtengah, Agus Suntoro, kegiatan gropyok tikus dilaksanakan karena hama tikus telah merusak pertanian sehingga hasil padi menurun drastis.

” Pertanian adalah mata pencaharian utama warga desa Karangtengah. Serangan hama tikus yang menyebabkan hasil pertanian menurun tentu akan berdampak pada ekonomi warga”, jelasnya. ” Oleh karena itu perlu dilaksanakan gropdawuhyok tikus untuk memberantas hama tikus”.

Kegiatan gropyok tikus ini disepakati dalam musyawarah dusun (musdus). Dalam musyawarah, disepakati gropyok tikus harus segera diselenggarakan sebelum masa panen padi selesai, hal ini karena apabila menunggu masa panen selesai dikhawatirkan tikusnya sudah pindah ketempat lain. kemudian waktu pelaksanaanya disosialisasikan kepada masyarakat luas melalui forum RT dan pada saat sebelum sholat Jumat.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa selain hama tikus, masalah lain yang dihadapi petani desa Karangtengah adalah kekeringan. Masalah ini disebabkan karena bergesernya Sungai Tambra menjauhi saluran irigasi sehingga air tidak dapat dialirkan ke sawah. Dan untuk mengatasi hal ini masyarakat petani desa karangtengah akan segera bergotong royong memperbaiki saluran irigasi atau yang biasa disebut dawuh. )*Boeb.