Hari ini, rabu 27 Agustus 2017, Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengadakan karnaval sebagai rangkaian akhir peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Peserta karnaval beragam mulai dari desa, instansi, sekolah dan masih banyak lagi.

Setiap peserta membawakan tema yang beragam. Ada yang menampilkan produk unggulanya, ada yang menampilkan kesenian dan kebudayaan, ada pula yang menampilkan hal yang unik dan kreatif untuk menambah kemeriahan karnaval

Begitupun dengan Desaku. Untuk karnaval tahun ini, kami menampilkan kesenian Angklung. Kesenian ini kami tampilkan karena memang didesaku ada sekelompok pemuda yang serius menggelutinya

Selain itu, untuk memeriahkan acara, beberapa pemuda berinisiatif memerankan bayi.

Untuk menegaskan diri sebagai bayi, mereka memakai celana khas bayi yaitu pampers. Selain itu, pemakaian aksesoris seperti dot serta mimik muka khas bayi juga ada untuk menguatkan karakter.

Disisi lain, pekerjaanku sebagai perangkat desa ternyata juga memiliki seragam untuk menegaskan diri. Setiap senin dan selasa kami diharuskan memakai kheki, rabu putih hitam, kemudian kamis  batik gua lawa dan seterusnya sampai sabtu.

Lalu ada aksesoris nama dan tanda pengenal yang menempel di baju. Meja kerja atau laptop pun bisa dikatakan aksesoris dalam arti yang lebih luas

Lalu, apakah yang membedakanku dengan peserta KARNAVAL??